Berdirinya Pondok Pesantren Nurul Huda tidak lepas dari keinginan masyarakat serta atas saran dari KH. Anas Al Ayyuby, yang merupakan mertuanya sendiri. Pada awal perkembangannya pondok pesantren Nurul Huda lebih fokus pada pendidikan dan pendalaman ilmu agama saja. Namun seiring berjalannya waktu dalam rangka merespon keinginan masyarakat, kemudian Pondok Pesantren Nurul Huda mendirikan unit pendidikan formal berupa SMP yang pada waktu itu dibantu perumusannya oleh Ir. KH. Sholahuddin Wahid (Alm), Prof. Dr. Muh. Nuh, dan Prof. Mukhlas Samani, lalu berlanjut mendirikan SMA.
Mencetak insan yang bertaqwa, berilmu, beramal, dan berakhlaqul karimah.
Menyelenggarakan pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai agama serta pengembangan potensi anak didik melalui bakat dan minat.
1. Mengembangkan proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan bermanfaat bagi kehidupan anak didik.
2. Mengembangkan potensi anak didik dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa.
3. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, mandiri, kreatif, dan berakhlak karimah.